NetBIOS adalah suatu antarmuka (interface) dan sebuah protokol yang
dikembangkan oleh IBM. Fungsi protokol ini berkisar di atas tiga layer
paling atas (session, presentation dan aplication). Dalam model ISO,
NetBIOS memberikan suatu interface standard bagi layer dibawahnya.
NetBIOS juga dapat digunakan sebagai sebuah API (Application Program
Interface) untuk pertukaran data. Ia memberi programmer akses ke
berbagai sumber data untuk menciptakan hubungan dua komputer atau antara
dua aplikasi pada komputer yang sama.
NetBIOS melayani 3 fungsi jaringan yaitu sebagai berikut,
Naming ServicesDipergunakan
untuk menyebarkan nama group, user dan komputer ke jaringan. Selain itu
juga bertugas untuk memastikan agar tidak terjadi duplikasi nama.
DataGram SupportMenyediakan
transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin suksesnya pengiriman paket,
besarnya tidak lebih besar dari 512 bytes. Metode datagram ini
digunakan oleh naming services.
Session SupportMemungkinkan
transmisi dimana sebuah virtual circuit session diadakan sedemikian
rupa sehingga pengiriman paket dapat dipantau dan dikenali.
Cara Kerja Name ResolutionName
resolution yang selama ini disebut Microsoft sebagai ciri khas
Microsoft TCP/IP sebenarnya adalah NetBIOS Name Server. NetBIOS
merupakan software yang menyediakan interface antara program dan
hardware network. Pengalamatan dalam NetBIOS menggunakan nama 16 bit
yang sekarang dikenal sebagai NetBIOS Name. Di dalam lingkungan Windows
NT, NetBIOS Name disebut juga Computer Name.
Secara umum istilah name
resolution menunjuk pada proses untuk menghubungkan sebuah nama dengan
sebuah lokasi jaringan, atau proses pemetaan sebuah nama ke alamat yang
bersesuaian.
Cara Kerja dan Penjelasan NetBios serta Sejarah DNSSetiap
platform sistem operasi komputer punya standar yang berbeda-beda dalam
implementasi jaringan komputernya. Standar komunikasi antarkomputer ini
disebut dengan istilah protokol. Platform Unix, Linux, dan Sun Solaris
menggunakan protokol jaringan NFS (Network File Sharing), platform
Novell Netware memakai protokol jaringan IPX, sedangkan Microsoft
Windows menggunakan protokol jaringan NetBIOS (Network Basic
Input-Output System).
Di luar masing-masing protokol jaringan yang diterapkan oleh
berbagai sistem operasi, ada satu protokol komunikasi jaringan dan
internet yang sifatnya global, yaitu TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol). Umumnya, beberapa mekanisme kerja dan
spesifikasi pada TCP/IP diadopsi oleh protokol jaringan milik suatu
sistem operasi.
Ya, begitulah sekilas tentang diferensiasi protokol
jaringan masing-masing sistem operasi. Sekarang, giliran kita membahas
pemahaman tentang cara kerja protokol NetBIOS.
Memahami Lebih Jauh NetBIOSNetBIOS
bekerja berdasarkan nama khas yang diberikan masing-masing komputer
dalam jaringan lokal. Nama khas tersebut diberi istilah NetBIOS name,
dan ditetapkan pada saat instalasi sistem operasi.
Jika diperlukan,
NetBIOS name bisa diubah dengan cara mengakses [Control
Panel]>[System]>[Computer Name], lalu klik [Change]. Segera
seteleh anda melakukan perubahan, kompuer akan melakukan booting ulang
untuk mengumumkan nama NetBIOS pada setiap komputer anggota jaringan
lokal. NetBIOS name dipakai terutama oleh aplikasi Network Neighborhood.
NetBIOS name digunakan dengan kombinasi bersama nomor IP lokal
(privat). Penerjemahan nomor IP (Internet Protocol) lokal ke NetBIOS
name dan sebaliknya dilakukan oleh NetBIOS name server yang juga sering
disebut WINS.
Masing-masing komputer, ketika dihubungi oleh komputer
lain dalam jaringan lokal akan berfungsi sebagai WINS. Sebaliknya,
ketika menghubungi komputer lain, komputer asal akan berfungsi sebagai
client.
Adopsi protokol jaringan dan internet TCP/IP dalam protokol NetBIOS
ditampilkan dalam kombinasi antara nama dan nomor IP. Namun, nama di
sini bukan NetBIOS name, melainkan host name atau machine name. variasi
protokol ini disebut NetBIOS over TCP/IP.
Host name dipakai oleh
aplikasi seperti browser internet, Telnet, FTP, serta server DNS yang
berhubungan dengan dunia di luar jaringan lokal, yaitu internet. Sebuah
komputer penghubung disebut gateway berfungsi sebagai perantara dalam
jaringan. Nah, gateway ini dipasangi nomor IP publik yang bisa terhubung
ke internet.
Nomor IP diterjemahkan ke host name oleh satu komputer server yang
disebut DNS (Domain Name Service). DNS server bisa memakai satu komputer
khusus dalam jaringan lokal atau “numpang pakai” DNS server milik ISP
yang memberikan akses publik. Namun dalam prakteknya, penggunaan DNS
server milik sendiri dalam jaringan lokal lebih menjamin keamanan dan
kecepatan.
Jalur koneksi ke DNS server yang lebih pendek bisa membuat proses dalam
jaringan menjadi lebih cepat. Sedangkan prosedur koneksi ke internet
setelah proses penerjemahan nomor IP yang diharuskan melalui gateway
membuat koneksi menjadi lebih aman. Sebagai informasi, gateway berfungsi
untuk mengubah nomor IP lokal ke nomor IP publik, sehingga nomor IP
lokal tidak bisa dilihat dari luar. Proses ini disebut NAT (Network
Address Translation).
Host name bisa sama dengan NetBIOS name, bisa pula diatur berbeda. Pengubahan host name tidak akan mengubah NetBIOS name.
Pengaturan
TCP/IP pada NetBIOS bisa dilakukan dengan cara mengakses [Control
Panel]>[Network Connection]. Setelah itu, klik kanan pada [Local Area
Connection] dan pilih [Properties]. Terakhir, lakukan klik ganda pada
[Internet Protocol (TCP/IP)].
Nah, sekarang bagaimana jika dalam satu
jaringan lokal ada dua komputer yang berbeda platform ingin saling
berbagi data? Ambil contoh saja antara komputer berbasis Microsoft
Windows dengan komputer berbasis Linux. Kedua komputer tersebut bisa
menggunakan protokol yang berfungsi sebagai jembatan, istilahnya
protokol SMB (Service Manager Blocki), atau sering juga disebut sebagai
Samba.
Sejarah DNSSebelum
dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang
berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet,
file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus di copy
versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa
repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus
copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya
jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah
solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan
kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah
sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain
name ke IP address.
Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama
domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis
202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon,
dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita
harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host
computer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server
ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.
Domain Name System (DNS)Domain
Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan
untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang
mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS
biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web
browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah
komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di
implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki
keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak
lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host
name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
Sumber:
https://www.lifewire.com/netbios-software-protocol-818229
https://azizizzu.blogspot.com/2011/02/netbios.html