Jarkom 1: perbedaan domain &worksgroup

Punya Mahatir MP

Topologi LAN pada IPCOP, Yang menggunakan interface Red+Green+Orage

Topologi LAN pada IPCOP, Yang menggunakan interface Red+Green+Orage

Topologi LAN pada IPCOP, Yang menggunakan interface Red+Green+Orage



Tipe Konfigurasi Network IPCop
Tipe konfigurasi dasar yang digunakan adalah RED/GREEN, dimana IPCop melindungi internal network (GREEN) dari internet. Jika kita memiliki wireless access point, kita dapat menghubungkannya ke interface BLUE dan mengkonfigurasi IPCop untuk membatasi akses di wireless LAN tersebut. Jika kita memiliki beberapa server yang diperbolehkan diakses via internet, dpat kita letakkan di untrusted DMZ pada interface ORANGE.
Interface RED dapat dihubungkan dengan modem atau NIC, terdapat delapan Tipe Konfigurasi Network, yaitu:

• GREEN (RED adalah modem/ISDN)
• GREEN + RED (RED adalah Ethernet)
• GREEN + ORANGE + RED (RED adalah Ethernet)
• GREEN + ORANGE (RED adalah modem/ISDN)
• GREEN + BLUE + RED (RED adalah Ethernet)
• GREEN + BLUE (RED adalah modem/ISDN)
• GREEN + BLUE + ORANGE + RED (RED adalah Ethernet)
• GREEN + BLUE + ORANGE (RED adalah modem/ISDN)

Model sekuriti IPCop didalam network GREEN adalah fully trusted dan request dari network in, entah dari user atau dari komputer yang terinfeksi virus, trojan horse atau malware adalah sah dan diperbolehkan lewat oleh IPCop.
Dalam fitur baru pada IPCop 1.4.x , terdapat Intrusion Detection System (IDS) untuk seluruh interface. Hal ini merupakan ide bagus untuk mendeteksi kondii internal network jika terdapat indikasi infeksi virus atau malware.

Network Interface
Network interface IPCop terdefinisi atas empat macam yaitu RED, GREEN, BLUE dan ORANGE

RED Network Interface
Network ini adalah interface internet atau untrusted network. Pada dasarnya yang dilindungi oleh IPCop adalah network GREEN, BLUE dn ORANGE dari traffic yang berasal dari network RED.

GREEN Network Interface
Interface ini hanya terhubung ke komputer yang dilindungi oleh IPCop. Atau lebih dikenal dengan istilah local network. Traffic ke interface ini diarahkan lewat LAN card yang terpasang di IPCop firewall.

BLUE Network Interface
Interface ini adalah interface pilihan (digunakan jika dibutuhkan) yang dapat digunakan untuk koneksi perangkat wireless di network yang berbeda dari local network. Komputer dibawah interface ini tidak dapat terhubung dengan komputer yang berada di interface GREEN kecuali dikontrol menggunakan ‘pinholes’ atau via koneksi VPN. Traffic ke interface ini juga diarahkan lewat LAN card yang terpasang di IPCop firewall.

ORANGE Network Interface
Interface ini juga merupakan interface pilihan yang digunakan untuk menempatkan server yang boleh diakses oleh network yang berbeda. Komputer dibawah interface ini tidak dapat terhubung dengan komputer yang berada di interface GREEN atau BLUE kecuali dikontrol menggunakan ‘DMZ pinholes’. Traffic ke interface ini juga diarahkan lewat LAN card yang terpasang di IPCop firewall.


Sumber : http://rohmadiirfan.blogspot.com/2016/09/gambaran-topologi-lan-pada-ipcop-yang.html
Read More
Fungsi Active Directory di Windows Server 2003

Fungsi Active Directory di Windows Server 2003

Active Directory (AD) adalah layanan direktori yang terdapat pada Windows Server. Fungsi layanan Active Directory adalah mengorganisir, menyimpan dan mengatur/manajemen data direktori. Struktur layanan Active Directory mengikuti format protokol ISO X.500, yaitu struktur hirarki yang bisa dilihat di gambar berikut ini :
Active Directory memiliki sebuah basis data untuk menyimpan segala hal yang berkaitan dengan jaringan komputernya, seperti komputer mana saja yang tergabung dengan domainnya, daftar akun pengguna serta group masing-masing, folder sharing dan lain sebagainya. Untuk manajemen data, layanan Active Directory mengimplementasikan Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) yang merupakan penerus Directory Access Protocol (DAP) dari X.500. LDAP biasanya menggunakan port TCP 389 sebagai koneksi transportasi utamanya. Sebagai penunjuk lokasi layanan, Active Directory menggunakan Domain Name Service (DNS).






Sebelum ada layanan Active Directory, Windows (pada waktu itu Windows NT 4.0) menggunakan NetBIOS (Network Basic Input-Output System) untuk merepresentasikan domain. Domain-domain yang menggunakan NetBIOS ini memiliki satu basis data pengatur user/group/policy yang disebut Security Accounts Manager (SAM). SAM terletak di dalam server utama yang disebut Primary Domain Controller (PDC). Nama dbatasi 15 karakter, sementara karakter ke-16 merupakan NetBIOS suffix yang berguna untuk mengidentifikasi layanan yang terinstalasi pada sistem tersebut.

Untuk menambah reliabilitas, Microsoft menambahkan server “bantuan” ke dalam sistem NetBIOS, yang disebut Backup Domain Controller (BDC). BDC menyimpan versi read-only dari basis data SAM PDC. Pengguna mengakses BDC ketika log on ke suatu domain tapi perubahan basis data SAM hanya bisa dilakukan di PDC. Hubungan PDC-BDC adalah master-slave. Jika PDC mengalami kegagalan sistem, maka salah satu BDC bisa direkomendasikan menjadi PDC pengganti serta policy akan diubah menjadi write-enable.




Sementara pada Active Directory, sistem PDC-BDC tidak lagi digunakan. Seluruh domain controller dianggap sama (walaupun terdapat beberapa sistem yang dianggap “sedikit lebih tinggi”). Sebuah prosedur yang disebut multi-master replication akan memastikan bahwa jika terjadi perubahan pada salah satu domain controller, perubahan tersebut akan direplikasi ke domain controller lainnya. Jadi hubungan master-slave digantikan oleh peer to peer antar domain controller.

Bagaimana jika kita memiliki sebuah server Windows NT 4.0 dan ingin menghubungkannya ke dalam domain Windows Server 2003? Untunglah, Windows Server 2003 memperbolehkan domainnya bekerja dalam mixed-mode. Mode ini memperbolehkan BDC (bukan PDC!) Windows NT 4.0 untuk berpartisipasi dalam domain Windows Server 2003. Metodenya adalah, dengan meng-upgrade BDC tersebut ke Windows Server 2003. Sayangnya, proses ini bisa menghancurkan sistem yang sudah terinstalasi di BDC. 


sumber:

http://ezakomin.blogspot.com/2016/02/fungsi-active-directory-pada-windows-2003-server.html

http://moch-harlan.blogspot.com/2016/02/fungsi-active-directory-pada-windows.html
Read More
Fungsi DHCP di Windows Server 2003

Fungsi DHCP di Windows Server 2003

DHCP memiliki fungsi utama :


  • Mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer
  • DHCP akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja
  • DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer
  • DHCP memberikan kemudahan dalam proses komunikasi data antar komputer


sumber:

 http://moch-harlan.blogspot.com/2016/02/fitur-fitur-dan-fungsi-dari-windows.html
Read More
Fungsi DNS Pada Windows 2003 Server

Fungsi DNS Pada Windows 2003 Server

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama komputer menjadi IP address).





Kelebihan DNS :
  1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi host name tidak harus berubah.
  3. Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi admin).

Kekurangan DNS :
User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet.


sumber:

http://www.about.muhammadibnu18.web.id/2016/02/fungsi-dns-pada-windows-server-2003.html
Read More
Fungsi IIS Pada Windows Server 2003

Fungsi IIS Pada Windows Server 2003

IIS atau Internet Information Services atau Internet Information Server adalah sebuah HTTP web server yang digunakan dalam sistem operasi server Windows, mulai dari Windows NT 4.0 Server, Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. berfungsi sebagai pendukung protokol TCP/IP yang berjalan dalam lapisan aplikasi (application layer). IIS juga menjadi fondasi dari platform Internet dan Intranet Microsoft, yang mencakup Microsoft Site Server, Microsoft Commercial Internet System dan produk-produk Microsoft BackOffice lainnya.


    


IIS telah berevolusi semenjak diperkenalkan pertama kali pada Windows NT 3.51 (meski kurang banyak digunakan) hingga IIS versi 6.0 yang terdapat dalam Windows Server 2003. Versi 5.0 diintegrasikan dalam Windows 2000, sedangkan Windows XP Professional memiliki IIS versi 5.1. Windows NT 4.0 memiliki versi 4.01 yang termasuk ke dalam add-on Windows NT Option Pack. Dalam Windows NT 4.0 Workstation atau Windows 95/98, IIS juga dapat diinstalasikan sebagai Microsoft Personal Web Server (PWS).

sumber:

http://www.about.muhammadibnu18.web.id/2016/02/fungsi-iis-di-windows-server-2003.html
Read More
Perbedaan Workgroup dan Domain pada LAN

Perbedaan Workgroup dan Domain pada LAN

Untuk mengetahui perbedaan workgroup dan domain, kita perlu mengetahui apa pengertian dari masing-masing istilah.

Workgroup merupakan jaringan antar komputer (peer to peer), biasanya workgroup ini digunakan untuk jaringan kecil (LAN).


 Model jaringan workgroup.
Domain merupakan client/server jaringan dimana semuanya perangkat dan keamanannya dikendalikan secara terpusat.  
 Model jaringan domain.
sumber:
http://m-adi-kusumo.blogspot.com/2016/03/perbedaan-domain-dan-warkgroup-pada-lan.html

https://www.techtron.co.za/domains-vs-workgroups/
Read More
Pengertian Netbios

Pengertian Netbios

NetBIOS adalah suatu antarmuka (interface) dan sebuah protokol yang dikembangkan oleh IBM. Fungsi protokol ini berkisar di atas tiga layer paling atas (session, presentation dan aplication). Dalam model ISO, NetBIOS memberikan suatu interface standard bagi layer dibawahnya. NetBIOS juga dapat digunakan sebagai sebuah API (Application Program Interface) untuk pertukaran data. Ia memberi programmer akses ke berbagai sumber data untuk menciptakan hubungan dua komputer atau antara dua aplikasi pada komputer yang sama.


NetBIOS melayani 3 fungsi jaringan yaitu sebagai berikut,

    Naming Services

Dipergunakan untuk menyebarkan nama group, user dan komputer ke jaringan. Selain itu juga bertugas untuk memastikan agar tidak terjadi duplikasi nama.

    DataGram Support

Menyediakan transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin suksesnya pengiriman paket, besarnya tidak lebih besar dari 512 bytes. Metode datagram ini digunakan oleh naming services.

    Session Support
Memungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit session diadakan sedemikian rupa sehingga pengiriman paket dapat dipantau dan dikenali.


Cara Kerja Name Resolution
Name resolution yang selama ini disebut Microsoft sebagai ciri khas Microsoft TCP/IP sebenarnya adalah NetBIOS Name Server. NetBIOS merupakan software yang menyediakan interface antara program dan hardware network. Pengalamatan dalam NetBIOS menggunakan nama 16 bit yang sekarang dikenal sebagai NetBIOS Name. Di dalam lingkungan Windows NT, NetBIOS Name disebut juga Computer Name.
Secara umum istilah name resolution menunjuk pada proses untuk menghubungkan sebuah nama dengan sebuah lokasi jaringan, atau proses pemetaan sebuah nama ke alamat yang bersesuaian.








Cara Kerja dan Penjelasan NetBios serta Sejarah DNS
Setiap platform sistem operasi komputer punya standar yang berbeda-beda dalam implementasi jaringan komputernya. Standar komunikasi antarkomputer ini disebut dengan istilah protokol. Platform Unix, Linux, dan Sun Solaris menggunakan protokol jaringan NFS (Network File Sharing), platform Novell Netware memakai protokol jaringan IPX, sedangkan Microsoft Windows menggunakan protokol jaringan NetBIOS (Network Basic Input-Output System).

Di luar masing-masing protokol jaringan yang diterapkan oleh berbagai sistem operasi, ada satu protokol komunikasi jaringan dan internet yang sifatnya global, yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Umumnya, beberapa mekanisme kerja dan spesifikasi pada TCP/IP diadopsi oleh protokol jaringan milik suatu sistem operasi.
Ya, begitulah sekilas tentang diferensiasi protokol jaringan masing-masing sistem operasi. Sekarang, giliran kita membahas pemahaman tentang cara kerja protokol NetBIOS.

Memahami Lebih Jauh NetBIOS
NetBIOS bekerja berdasarkan nama khas yang diberikan masing-masing komputer dalam jaringan lokal. Nama khas tersebut diberi istilah NetBIOS name, dan ditetapkan pada saat instalasi sistem operasi.
Jika diperlukan, NetBIOS name bisa diubah dengan cara mengakses [Control Panel]>[System]>[Computer Name], lalu klik [Change]. Segera seteleh anda melakukan perubahan, kompuer akan melakukan booting ulang untuk mengumumkan nama NetBIOS pada setiap komputer anggota jaringan lokal. NetBIOS name dipakai terutama oleh aplikasi Network Neighborhood.

NetBIOS name digunakan dengan kombinasi bersama nomor IP lokal (privat). Penerjemahan nomor IP (Internet Protocol) lokal ke NetBIOS name dan sebaliknya dilakukan oleh NetBIOS name server yang juga sering disebut WINS.
Masing-masing komputer, ketika dihubungi oleh komputer lain dalam jaringan lokal akan berfungsi sebagai WINS. Sebaliknya, ketika menghubungi komputer lain, komputer asal akan berfungsi sebagai client.

Adopsi protokol jaringan dan internet TCP/IP dalam protokol NetBIOS ditampilkan dalam kombinasi antara nama dan nomor IP. Namun, nama di sini bukan NetBIOS name, melainkan host name atau machine name. variasi protokol ini disebut NetBIOS over TCP/IP.
Host name dipakai oleh aplikasi seperti browser internet, Telnet, FTP, serta server DNS yang berhubungan dengan dunia di luar jaringan lokal, yaitu internet. Sebuah komputer penghubung disebut gateway berfungsi sebagai perantara dalam jaringan. Nah, gateway ini dipasangi nomor IP publik yang bisa terhubung ke internet.



Nomor IP diterjemahkan ke host name oleh satu komputer server yang disebut DNS (Domain Name Service). DNS server bisa memakai satu komputer khusus dalam jaringan lokal atau “numpang pakai” DNS server milik ISP yang memberikan akses publik. Namun dalam prakteknya, penggunaan DNS server milik sendiri dalam jaringan lokal lebih menjamin keamanan dan kecepatan.

Jalur koneksi ke DNS server yang lebih pendek bisa membuat proses dalam jaringan menjadi lebih cepat. Sedangkan prosedur koneksi ke internet setelah proses penerjemahan nomor IP yang diharuskan melalui gateway membuat koneksi menjadi lebih aman. Sebagai informasi, gateway berfungsi untuk mengubah nomor IP lokal ke nomor IP publik, sehingga nomor IP lokal tidak bisa dilihat dari luar. Proses ini disebut NAT (Network Address Translation).

Host name bisa sama dengan NetBIOS name, bisa pula diatur berbeda. Pengubahan host name tidak akan mengubah NetBIOS name.
Pengaturan TCP/IP pada NetBIOS bisa dilakukan dengan cara mengakses [Control Panel]>[Network Connection]. Setelah itu, klik kanan pada [Local Area Connection] dan pilih [Properties]. Terakhir, lakukan klik ganda pada [Internet Protocol (TCP/IP)].
Nah, sekarang bagaimana jika dalam satu jaringan lokal ada dua komputer yang berbeda platform ingin saling berbagi data? Ambil contoh saja antara komputer berbasis Microsoft Windows dengan komputer berbasis Linux. Kedua komputer tersebut bisa menggunakan protokol yang berfungsi sebagai jembatan, istilahnya protokol SMB (Service Manager Blocki), atau sering juga disebut sebagai Samba.

Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address.

Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host computer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Sumber:

https://www.lifewire.com/netbios-software-protocol-818229

https://azizizzu.blogspot.com/2011/02/netbios.html
Read More

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Kontributor

Topologi LAN pada IPCOP, Yang menggunakan interface Red+Green+Orage

Topologi LAN pada IPCOP, Yang menggunakan interface Red+Green+Orage Tipe Konfigurasi Network IPCop Tipe konfigurasi dasar yang di...